Senin, 14 September 2026 – Setiap perjalanan menuju cita-cita memiliki jalan yang berbeda. Bagi Ubaidillah, mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi angkatan 2026, kesempatan untuk menempuh pendidikan kedokteran di luar negeri justru menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya kembali memilih kampus di Jambi.
Lulusan SMAN 7 Sarolangun tersebut mulai mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Ia berangkat ke Depok untuk mengikuti bimbingan belajar dan mempersiapkan seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Pada tahun pertama, hasil yang diperoleh belum sesuai harapan. Ubaidillah kemudian mengambil keputusan untuk gap year dan kembali memperkuat persiapannya melalui bimbingan belajar di kawasan Depok dan Jakarta.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Pada tahun berikutnya, ia berhasil lolos di sejumlah perguruan tinggi dan program studi, termasuk Fakultas Kedokteran Hewan melalui jalur SMUB Raport Universitas Brawijaya, Program Studi Farmasi melalui SIMAK Universitas Indonesia, serta program MBBS (Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery) di Tianjin Medical University, China.
Selain itu, Ubaidillah juga berhasil lolos melalui jalur SNBT Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi. Dari berbagai pilihan tersebut, ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di FK UIN STS Jambi.
Pilihan tersebut menjadi langkah baru bagi Ubaidillah untuk menempuh pendidikan sekaligus membangun kompetensi sebagai calon dokter. Memasuki perkuliahan, ia mulai beradaptasi dengan lingkungan akademik, mengenal teman-teman baru, dan mengikuti proses pembelajaran di Fakultas Kedokteran.

“Sebagai mahasiswa baru di UIN STS Jambi, saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa menjadi bagian dari kampus ini. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, mulai dari mengenal lingkungan kampus, bertemu teman-teman baru, hingga beradaptasi dengan sistem pembelajaran di dunia perkuliahan,” ujarnya.
Di balik pencapaiannya, Ubaidillah menyadari bahwa perjalanan tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga, terutama orang tuanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang terus memberikan semangat, mengingatkan untuk belajar, dan mendukung setiap proses yang dijalaninya.
“Terima kasih untuk orang tua yang selalu memberikan support dan selalu mengingatkan saya untuk belajar sampai bisa berada di titik ini,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi teman-teman seperjuangan serta civitas akademika FK UIN STS Jambi, khususnya dosen dan tenaga kependidikan, yang telah memberikan dukungan, arahan, dan pembelajaran selama masa awal perkuliahan.
Bagi Ubaidillah, pilihan menjadi mahasiswa kedokteran bukan sekadar tentang meraih gelar, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak menjadi dokter yang memiliki kompetensi sekaligus karakter yang kuat.
“Harapan saya ke depan, FK UIN STS Jambi semakin hebat dan semakin banyak calon dokter yang menempuh pendidikan di sini. Saya juga ingin menjadi dokter Insan Kamil yang berguna bagi masyarakat,” harapnya.
Kisah Ubaidillah menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mencapai tujuan. Kegagalan pada tahap awal dapat menjadi ruang untuk belajar, memperbaiki diri, dan menemukan pilihan terbaik. Dengan kesempatan yang dimilikinya, Ubaidillah kini memilih menapaki perjalanan menjadi dokter melalui Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi.