Fakultas Kedokteran
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

FK UIN Jambi Perkuat Jejaring Kerja Sama Kesehatan, Dorong Riset Penyakit dan Lahirkan Dokter Insan Kamil

Selasa, 8 September 2026 — Fakultas Kedokteran (FK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperkuat jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, rumah sakit, laboratorium kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Jambi. Penguatan jejaring tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kerja sama tersebut mencakup Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, RS Bhayangkara Kota Jambi, RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi, RS Sungai Bahar, RSUD Sungai Gelam Muaro Jambi, RSUD KH. Daud Arif Tanjung Jabung Barat, RSUD Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur, Laboratorium Kesehatan Daerah Jambi, serta Puskesmas Muara Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya FK UIN Jambi dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang terintegrasi dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah. Selain mendukung pendidikan dan pembelajaran mahasiswa kedokteran, jejaring tersebut juga diarahkan untuk memperkuat penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Kedokteran UIN Jambi, Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H., M.A., Sp.KO., Subsp. APK(K) menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu bentuk penguatan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di Provinsi Jambi.

Menurutnya, melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, FK UIN Jambi siap berkontribusi ketika pemerintah daerah menemukan kasus wabah maupun penyakit baru di wilayahnya.

“FK UIN Jambi menandatangani kerja sama dengan Dinkes, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan di Jambi untuk memperkuat pendidikan, riset, serta layanan kesehatan.”

Ia menambahkan, keberadaan jejaring dengan pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi penting untuk memastikan pendidikan kedokteran tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki keterhubungan langsung dengan persoalan kesehatan yang terjadi di tengah masyarakat.

Dokter UIN Jambi Diharapkan Tak Hanya Mengobati Secara Medis

Sementara itu, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Kaspul Anwar, M.Pd menekankan bahwa pendidikan kedokteran di UIN Jambi memiliki karakter yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan medis, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Ia berharap dokter yang nantinya lahir dari FK UIN Jambi mampu memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif, dengan mengintegrasikan kemampuan medis dan pendekatan spiritual.

“Kita berharap nanti dokter yang lahir dari UIN Jambi ini tidak hanya menyembuhkan secara medis, tetapi juga secara ruhaniah. Melakukan pengobatan dengan pendekatan keislaman,” ungkapnya.

Rektor juga berharap kerja sama yang dibangun bersama pemerintah daerah, rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas kesehatan tersebut tidak berhenti dalam jangka waktu tertentu.

“Harapan kami ke depan, kerja sama ini tidak hanya lima tahun ke depan, tetapi terus berlanjut dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di Provinsi Jambi,” katanya.

Dinkes Provinsi Dorong Pemerataan Dokter hingga Pelosok

Dukungan terhadap penguatan kerja sama tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang dalam kegiatan tersebut diwakili Dr. Yosi Rulianto, S.Kep., Ns., MPH, selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Yosi mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mendukung kerja sama antara FK UIN Jambi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota serta rumah sakit jejaring. Menurutnya, kolaborasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung lahirnya dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga berakhlak.

“Kami mendukung kerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit jejaring FK UIN Jambi ini dalam rangka melahirkan dokter yang berakhlak atau dokter insan kamil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan kesehatan di Provinsi Jambi bukan semata-mata berkaitan dengan jumlah dokter. Dari sisi kuantitas, jumlah dokter dinilai sudah cukup, namun tantangan yang masih dihadapi adalah pemerataan distribusi tenaga dokter, khususnya di wilayah pelosok dan perbatasan.

“Secara jumlah seharusnya dokter di Jambi sudah cukup. Namun secara penyebarannya, dokter ini belum sampai ke daerah pelosok dan perbatasan,” jelasnya.

Karena itu, menurutnya, penguatan jejaring pendidikan kedokteran dengan pemerintah daerah dan rumah sakit di berbagai wilayah menjadi langkah penting untuk menjawab persoalan pemerataan layanan kesehatan.

Melalui kerja sama tersebut, FK UIN Jambi diharapkan tidak hanya menjadi institusi yang mencetak tenaga dokter, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan kesehatan di Provinsi Jambi.

Daftar Mitra Kerja Sama

  1. Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat
  2. RS Bhayangkara Kota Jambi
  3. RS Sungai Bahar
  4. RSUD Sungai Gelam Muaro Jambi
  5. RSUD KH. Daud Arif Tanjung Jabung Barat
  6. RSUD Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur
  7. Laboratorium Kesehatan Daerah Jambi
  8. Puskesmas Muara Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899