Senin, 7 September 2026 – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi terus memperkuat jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah, rumah sakit, laboratorium kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang semakin kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut dimatangkan melalui rapat persiapan penandatanganan kerja sama yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi, Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H., M.A., Sp.KO., Subsp.APK(K). Agenda kerja sama ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Senat Lantai 6 Gedung Rektorat UIN STS Jambi.
Kerja sama yang dipersiapkan mencakup Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN STS Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Batanghari, serta sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi dengan berbagai institusi kesehatan di Provinsi Jambi.
Adapun mitra yang dipersiapkan dalam rangkaian PKS tersebut meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, RS Bhayangkara, RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi, RS Sungai Bahar, RS Haji Abdoel Madjid Batoe Batanghari, RSUD Sungai Gelam Muaro Jambi, RSUD KH. Daud Arif Tanjung Jabung Barat, RSUD Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur, Laboratorium Kesehatan Daerah Jambi, serta Puskesmas Muara Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.
Rangkaian kerja sama tersebut tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif antarlembaga. Bagi Fakultas Kedokteran, perluasan jejaring ini memiliki posisi strategis dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan yang semakin dekat dengan realitas pelayanan kesehatan di lapangan.

Dalam pendidikan kedokteran, pembelajaran tidak berhenti di ruang kuliah dan laboratorium. Mahasiswa membutuhkan pengalaman klinis, interaksi dengan pasien, pemahaman terhadap sistem pelayanan kesehatan, serta kesempatan untuk melihat secara langsung persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, keberadaan rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan, dan institusi pemerintah sebagai mitra pendidikan menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi calon dokter.
Jejaring yang semakin luas juga memberikan ruang bagi Fakultas Kedokteran untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai penyakit dan tata laksana medis secara teoritis, tetapi juga memahami bagaimana pelayanan kesehatan berlangsung di berbagai tingkat fasilitas kesehatan dan karakteristik masyarakat yang berbeda.
Hal ini sejalan dengan langkah Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi yang sebelumnya telah memperkuat posisi RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama serta mengembangkan jejaring rumah sakit pendidikan dan wahana pembelajaran klinik. Fakultas juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muaro Jambi, sebagai bagian dari penguatan pendidikan klinik mahasiswa.
Dari sisi masyarakat, kerja sama ini juga memiliki potensi dampak yang lebih luas. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan dapat membuka ruang bagi pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, edukasi kesehatan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Dengan demikian, mahasiswa kedokteran dapat ditempatkan bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem akademik yang secara bertahap belajar memahami persoalan kesehatan masyarakat dan berkontribusi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian.