Senin, 22 Juni 2026 – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H., M.A., Sp.KO., Subsp.APK(K), menghadiri Forum Dekan Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia (AFKNI) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–21 Juni 2026 di Surabaya. Forum yang mempertemukan para pimpinan fakultas kedokteran negeri dari seluruh Indonesia ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi sekaligus merumuskan arah transformasi pendidikan kedokteran di tengah dinamika regulasi kesehatan nasional dan perkembangan teknologi.
Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Kedokteran di Era Regulasi Baru: Sinergi Akademik, Profesi, dan Kebijakan Nasional”, forum membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian institusi pendidikan kedokteran. Di antaranya implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, penguatan tata kelola rumah sakit pendidikan, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, hingga pemerataan distribusi dokter di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Keikutsertaan Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan nasional di bidang pendidikan kedokteran. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik (best practices), forum ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antar fakultas kedokteran dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dekan Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi, Prof. Dr. dr. Afriwardi, S.H., M.A., Sp.KO., Subsp.APK(K), menyampaikan bahwa transformasi pendidikan kedokteran membutuhkan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, rumah sakit pendidikan, dan organisasi profesi. Menurutnya, forum AFKNI menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dokter di Indonesia.
“Forum ini memberikan banyak masukan dan perspektif baru mengenai arah pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Berbagai kebijakan yang sedang berkembang perlu direspons secara adaptif agar institusi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam Forum AFKNI 2026, Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi semakin mempertegas komitmennya untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan kedokteran melalui kolaborasi nasional, inovasi pembelajaran, serta penguatan tata kelola institusi. Hasil-hasil pembahasan dalam forum diharapkan dapat menjadi referensi dalam mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi sebagai institusi pendidikan kedokteran yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.