Fakultas Kedokteran
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Pernah Gagal Masuk Kedokteran? Kisah Difa Membuktikan Mimpi Bisa Diperjuangkan Kembali

Rabu, 21 Januari 2025 – Perjalanan menjadi mahasiswa kedokteran bukanlah jalan yang mudah bagi Fairuz Difa Repalina. Lulusan tahun 2024 yang akrab disapa Difa ini harus melalui proses panjang yang penuh ujian, kegagalan, dan keteguhan prinsip sebelum akhirnya resmi menyandang status sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Sejak awal, Difa memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter. Namun, upayanya menembus Fakultas Kedokteran pada tahun kelulusannya belum membuahkan hasil. Di tengah kekecewaan tersebut, ia juga memegang satu ketentuan penting bersama orang tuanya: jika ingin menempuh pendidikan kedokteran, maka harus di perguruan tinggi negeri. Prinsip ini sempat terasa berat, namun Difa memilih untuk tidak menyerah dan tetap melangkah dengan keyakinan.

Alih-alih berhenti, Difa memutuskan untuk tetap berada di jalur kesehatan. Pada tahun 2024, ia diterima di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melalui jalur PMDP Prestasi. Selama menempuh pendidikan di sana, ia tidak hanya mempelajari ilmu laboratorium medis, tetapi juga ditempa dengan nilai-nilai kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta ketahanan mental yang kuat. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk pola belajar sekaligus memperkuat tekadnya untuk kembali mengejar mimpi menjadi dokter.

Keinginan tersebut tak pernah padam. Pada tahun 2025, Difa kembali berjuang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ia mempersiapkan diri secara mandiri tanpa mengikuti bimbingan belajar, sambil tetap menjalani perkuliahan. Tantangan besar pun dihadapi, mulai dari manajemen waktu hingga menjaga konsistensi belajar. Dalam setiap prosesnya, Difa selalu mengiringi ikhtiar dengan doa, terutama doa kedua orang tuanya yang menjadi sumber kekuatan utama.

Usaha dan kesabaran itu akhirnya terbayar. Difa dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi melalui jalur SNBT 2025. Baginya, capaian tersebut bukan sekadar kelulusan, melainkan jawaban atas keyakinan dan prinsip yang ia pegang sejak awal.

Memasuki dunia perkuliahan kedokteran, Difa menyadari bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai. Ia berkomitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menjalani setiap proses dengan penuh tanggung jawab. Tekadnya sederhana namun kuat: membuktikan kepada orang tua bahwa keinginannya menjadi dokter bukan sekadar mimpi, melainkan niat yang dijalani dengan sepenuh hati.

Dengan izin Allah dan doa orang tua, usaha Difa menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada semester pertama, ia berhasil meraih capaian akademik yang sangat baik, termasuk prestasi terbaik pada salah satu ujian blok serta hasil OSCE yang memuaskan. Prestasi tersebut menjadi pengingat baginya untuk tetap rendah hati, konsisten belajar, dan menjaga amanah sebagai mahasiswa kedokteran.

Kisah Fairuz Difa Repalina menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju tujuan yang lebih besar. Dengan usaha yang sungguh-sungguh, doa, dan keikhlasan, jalan menuju mimpi akan selalu terbuka pada waktu yang terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899