Jumat, 21 November 2025 – Asap tipis yang kerap menyelimuti kawasan Tempino bukan lagi pemandangan baru bagi masyarakat. Desa yang berada di jalur industri dan lalu lintas truk batubara bertonase besar ini sehari-hari harus berhadapan dengan paparan debu dan polusi udara. Kondisi inilah yang mendorong Program Studi Pendidikan Dokter Sarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turun langsung melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada edukasi dan skrining kesehatan paru.
Kegiatan PKM yang digelar di wilayah kerja Puskesmas Tempino itu menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar jalur transportasi industri. Ketua Program Studi Pendidikan Dokter, dr. Gabila Heira, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam menjaga kesehatan respirasi masyarakat di kawasan industri.
“Edukasi dan skrining ini menjadi upaya preventif untuk mendeteksi dini risiko penyakit pernapasan pada masyarakat terdampak aktivitas industri batubara,” ujar dr. Gabila.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan distingsi Prodi Kedokteran UIN STS Jambi untuk menjadi program studi yang unggul dan bereputasi internasional, berfokus pada penguatan kesehatan respirasi di kawasan industri.
Hasil Skrining: Penurunan Fungsi Paru pada Banyak Warga
Dari rangkaian skrining yang dilakukan, tim PKM menemukan adanya penurunan fungsi paru pada sejumlah warga Tempino. Temuan ini menjadi sinyal penting bagi tenaga kesehatan dan pemerintah daerah, mengingat paparan polusi udara di kawasan tersebut terjadi setiap hari.
“Ada dugaan kuat bahwa proses transportasi produk industri, khususnya truk batubara, berkontribusi terhadap meningkatnya polusi udara yang berdampak pada penurunan kesehatan paru masyarakat,” jelas dr. Gabila.
Hasil ini akan menjadi rekomendasi awal untuk intervensi lanjutan, baik dalam bentuk pemantauan kesehatan rutin, mitigasi lingkungan, maupun kebijakan pendukung dari pemangku kepentingan.

Masyarakat Antusias, Edukasi Berjalan Interaktif
Tidak hanya skrining, kegiatan edukasi kesehatan juga berlangsung semarak. Warga tampak antusias, aktif bertanya, serta berdiskusi mengenai gejala gangguan pernapasan, cara pencegahan, hingga langkah-langkah menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.
“Kami senang karena masyarakat sangat terbuka dan semangat untuk belajar. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan paru semakin meningkat,” ungkap salah satu anggota tim PKM.
Kegiatan PKM yang diketuai Hafifatul Auliya Rahmy, M.K.M ini sepenuhnya didukung dan dibiayai oleh LPPM UIN STS Jambi, sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pengabdian masyarakat berbasis keilmuan
PKM ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya program berkelanjutan terkait kesehatan respirasi, terutama di wilayah yang berada dekat dengan aktivitas industri.