Jambi, 3 September 2025 – Perjalanan Raditya Buana, atau yang akrab disapa Radit, menuju bangku kuliah di Fakultas Kedokteran UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, bukanlah cerita biasa. Lulusan dari salah satu SMA di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini berhasil lolos ke Program Studi Pendidikan Dokter melalui Jalur Mandiri 1. setelah sebelumnya sempat menjalani kuliah di kampus lain di Jambi selama enam semester.
Keputusan Radit untuk mencoba mendaftar ke UIN Jambi muncul setelah mendengar kabar dibukanya Program Studi Pendidikan Dokter di kampus tersebut. Dengan restu dan doa orang tua, ia pun mencoba peruntungan melalui jalur mandiri.
“Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus. Saat itu saya sedang berada di Kota Jambi. Begitu tahu hasilnya, saya langsung menelepon Bapak, Ibu, Mbah, dan Paman. Semuanya kaget dan terharu. Kami menangis bersama, antara tidak percaya dan bahagia luar biasa,” kenang Radit dengan penuh emosi.
Tak hanya diterima sebagai mahasiswa kedokteran, Radit juga mendapat kepercayaan besar dari rekan-rekannya: ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Angkatan Mahasiswa Pendidikan Dokter tahun 2025. Tugas sebagai ketua angkatan ia emban dengan penuh tanggung jawab, mulai dari mengingatkan teman-teman soal kedisiplinan waktu, hingga berkoordinasi dengan dosen mengenai jadwal perkuliahan.
“Saya berusaha menjadi penghubung yang baik antara dosen dan mahasiswa. Kami semua ingin sama-sama tumbuh dan berkembang dengan maksimal,” ujarnya.
Meski perkuliahan berjalan lancar tanpa kendala berarti sejauh ini, Radit mengakui ada sedikit tantangan dalam penyesuaian, khususnya terkait pembelajaran tambahan di Ma’had (asrama kampus). Jadwal kegiatan seperti pengajian ba’da Subuh dan ba’da Maghrib hingga Isya menjadi sesuatu yang baru bagi sebagian mahasiswa.
“Kebanyakan dari kami bukan dari latar belakang pesantren atau madrasah. Jadi memang perlu waktu untuk membiasakan diri dengan rutinitas di Ma’had. Tapi saya yakin, seiring waktu kami bisa menyesuaikan,” pungkas Radit optimis.
Kisah Radit adalah potret semangat muda yang tak kenal menyerah, dibalut dengan nilai kekeluargaan dan tanggung jawab. Sebuah awal yang menginspirasi, dari seorang mahasiswa baru yang siap menapaki jalan panjang menjadi seorang dokter.